Di suatu malam yang dingin Diriku terpaku di sudut ruang Menatap keluar memandang langit Luapkan kegelisahan hati Ketenangan diluar sana Berikanku kenyamanan Kesunyian malam hari Berikan hatiku kedamaian Tetiba sosok itu datang Sosok yang selalu kurindukan Merombak pikiranku Mengubah suasana hatiku Ku tak ingin memikirkannya lagi Seketika anganku pergi Pergi mencari sosok rupawan itu Menghampiri dia ditengah malam Menatap wajahnya Menatapinya penuh makna Senyum melengkung di bibirku Tak sadar senyum itu tak kunjung hilang Semakin ku berangan, Semakin lebar ku tersenyum Sosok tersebut telah mengisi malamku Tak terasa sudah lama ku memikirkannya Menghabiskan waktu tidurku sia sia kuhentikan pikiranku tentang dia Selamat malam untuk dia... Dia yang disana -R
Diam Terbaring dan membeku Tak bergerak sekali pun Tak melihat apapun Tak bicara sedikitpun Terdengar tangisan pilu Nyanyian sendu di sekelilingku Aku tidur namun berjalan Aku ini kemana? Cukup lama aku dibawa pergi Tangisan itu masih ada Aku diturunkan Tangisan membuncah Kubuka mata Kemana mereka pergi? Mengapa tak ada seorangpun disini Dunia apa ini? Tempat singgah ku yang baru kah? -R
Hujan Januari pun tidak tahu Rindu-rindu yang disimpul dan dirahasiakan Dikumpulkan Dijaga Agar kelak bisa tersampaikanlah ia Dan mekarlah dirinya Di hadapanmu Hujan januari pun tidak tahu Doa-doa yang terangkai malam-malam Dan senyum yang diam-diam Agar kelak bisa semerbak Dan tiba kepadamu dengan selamat Menyampaikan salam dan kebaikan Serta cinta yang dipupuk terus-terusan
Komentar
Posting Komentar